ADSENSE Link Ads 200 x 90
ADSENSE 336 x 280
Seorang pria berinisial MA disiksa dan dibakar hidup-hidup oleh massa karena dituduh sebagai pelaku pencurian ampli milik mushola ternyata memang memiliki profesi sebagai tukang reparasi alat-alat elektronik.
"Suami saya tukang reparasi amplifier, ia juga ngerakit box-box salon. Kalau saya nggak kerja," ujar istri almarhum MA, Siti Zubaidah (25) saat ditemui di kediamannya, Kampung Jati, Desa Cikarang Kota, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Kamis (3/8/2017).
Siti melanjutkan, biasanya almarhum suaminya akan mencari barang-barang atau amplifier bekas, lalu direparasi di rumah, dan dijual lagi setelah bisa normal kembali.
Sehingga, lanjut dia, ada kemungkinan saat itu almarhum suaminya sedang mampir untuk shalat dan ampli tersebut bukanlah hasil curian, melainkan sudah dibeli olehnya.
Adapun mushala tersebut bernama Al-Hidayah di Desa Hurip Jaya, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Selasa (1/8/2017) dan waktu kejadian sekitar pukul 16.30 WIB,
Zubaidah yang ditinggalkan almarhum telah memiliki seorang anak laki-laki berusia empat tahun dan satu lagi masih dalam kandungan berusia tujuh bulan.
Ia juga mengatakan, pertama kali mengetahui kondisi suami dari pihak kepolisian yang datang ke rumahnya pada Selasa malam sekitar pukul 23.00 WIB.

0 Response to "BACA KALAU KUAT...!!! Beginilah Cerita Siti Zubaidah Selepas Kepergian Suami Tercintanya Yang Di Bakar Hidup hidup"
Posting Komentar